Mobil Toyota Fortuner

Referensi: belimobilbaru.com/toyota

Toyota meluncurkan sebuah mobil listrik kecil di Indonesia setelah menandatangani sebuah MoU dengan pemerintah untuk menyediakan kendaraan untuk proyek kota yang cerdas. Kini, Toyota telah mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan resmi bahwa pihaknya berencana meluncurkan kendaraan listrik di India dan pasar lainnya seperti China, Indonesia, Jepang, dan Amerika Serikat, dan Eropa.

Namun, ditentukan bahwa Toyota pertama kali akan mengenalkan kendaraan listriknya di China, yang merupakan pasar EV terbesar di dunia. Toyota berniat untuk memiliki lebih dari 10 kendaraan listrik dalam portofolio globalnya pada awal 2020-an. Di India juga, pengiriman kendaraan listrik Toyota untuk proyek kota cerdas pemerintah Andhra Pradesh harus dimulai pada bagian awal dekade berikutnya. Pengenalan EVS Toyota pada bagian awal dekade berikutnya tampaknya selaras dengan rencana pembuat mobil untuk mengantarkan EVs-nya ke pemerintah AP.

Renault mungkin akan meluncurkan EV berbasis Kwid di India. Yang lebih menarik lagi adalah kenyataan bahwa Toyota mungkin akan membangun mobil listrik pertamanya untuk India di fasilitas Suzuki Gujarat. Kedua pembuat mobil tersebut baru saja bergabung untuk mengembangkan kendaraan listrik untuk pasar India. Dalam siaran pers yang disiarkan pada bulan November 2017 untuk mengumumkan kemitraan tersebut, kedua pembuat mobil tersebut telah menyatakan bahwa mereka akan meluncurkan EVS dari tahun 2020 dan seterusnya, yang sekali lagi, selaras dengan pengumuman Toyota.

Untuk mempercepat pengembangan EV, Toyota telah menjalin kerjasama dengan JV dan kemitraan dengan berbagai pembuat mobil dan pembuat komponen di seluruh dunia. Pembuat mobil menunjukkan urgensi karena tidak memiliki satu kendaraan listrik dalam portofolionya sementara pasar besar seperti China dan India mendorong mobilitas ramah lingkungan di jalan besar.

Toyota Fortuner mencatat penjualan rata-rata 2.000 unit per bulan sejak diluncurkan, jauh lebih tinggi dari pesaingnya

Toyota Fortuner telah menjadi preseden bagi para pesaingnya, sekali lagi. SUV berukuran penuh yang memiliki penggemar besar berikut sebelumnya memperoleh pengagum baru saat Toyota meluncurkannya pada November tahun lalu. Meskipun diluncurkan pada bulan yang menentukan ketika demonetisation melumpuhkan pasar, Toyota berhasil mengumpulkan lebih dari 5.000 pemesanan untuk Fortuner dalam waktu singkat peluncurannya. Peluncuran itu bisa saja salah karena seluruh negara sedang berjuang dengan kekurangan pos kriminal pasca tender yang sah.

Laporan penjualan enam bulan terakhir menunjukkan bahwa Toyota berhasil merataikan lebih dari 2.000 kiriman pabrik Fortuner setiap bulan, jauh lebih tinggi daripada orang sezamannya termasuk orang-orang seperti Ford Endeavour dan Isuzu mu-X. Jadi, cukup jelas bahwa model baru ini telah mengambil dari mana model sebelumnya pergi, tidak hanya mendominasi segmen SUV berukuran penuh kali ini, namun juga mengembangkannya lebih jauh.

Model baru ini, meski sedikit mahal daripada yang keluar, terus menarik lebih banyak pembeli, berkat kehadiran jalannya yang mendominasi dan citra Toyota tentang produsen mobil yang andal. Dalam avatar terbarunya, Fortuner juga mendapat mesin bensin (perpindahan 2,7 liter) disamping diesel (perpindahan 2.8 liter). Kedua mesin datang dengan pilihan manual atau transmisi otomatis. Solar juga mendapat kemampuan 4WD yang bensinnya tidak.

Related posts:

Comments are closed.